Ia terdiam, melihat gemercik hujan memikirkan hal hal yang telah lama ia rindukan. Hujan selalu datang bersama dengan kenangan. Entah mengapa hujan kali terasa hambar, tak banyak kenangan yang bisa ia ingat, lalu didepannya terlihat sepasang remaja sma yang sedang berteduh. Ia melihatnya, sebuah kehangatan yang telah lama ia rindukan.
Lalu ia menoleh kearah jam 1, ada seorang perempuan, terlihat sangat menarik dimata pria itu, rambutnya terurai rapi, senyumnya menghangatkan hati, ah mungkinkah ia yang selama ini pria itu cari ? Lalu ia memberanikan diri untuk menghampirinya, setelah itu semua terasa menyenangkan, detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam tak terasa terlewati, hingga akhirnya hujan pun reda, wanita itu mengucapkan kata pamit dan memberikan secarik kertas bertuliskan nomer telfon.
Tak ada kata yang dapat menggambarkan perasaanya saat itu, Ia hanya berharap bahwa wanita tadi adalah orang yang selama ini Ia cari. Dari kejauhan wanita tersebut melambai, dan tersenyum lalu pergi hingga akhirnya tak terlihat lagi.
"Pak ayo berangkat, ngelamunin apa sih kamu ?" Suara itu membuyarkan lamunannya.
"Ah bukan apa apa kok, cuma inget dulu aja, pas awal ketemu kamu, itu lagi hujan juga kan ?" terlihat senyum yang menggambarkan kebahagiaan. "Ah kamu, sudahlah ayo berangkat kasihan anakmu itu nanti dia terlambat."
Seiring mereka pergi pria itu berkata dalam hati, memang tak banyak kenangan yang dapat ia ingat. Namun kenangan yang terindah tadi sudah lebih dari cukup. Kenangan yang takkan pernah ia lupa, saat ia berjumpa dengan orang yang menjadi pendamping hidupnya saat ini.