Hanya itu yang dapat dilakukan olehnya, setelah waktu berlalu orang itu hanya dapat mengeluh "Mengapa aku tak punya nyali untuk menyapanya?". Mungkin kau sedang merasakan apa yang orang itu rasakan. Berat memang, membayangkannya saja serasa mustahil. Sang pendamba pun larut dalam diamnya, memulai pembicaraan monolog dalam keramaian. "Apa yang kuharapkan? Mana mungkin aku yang seperti ini bisa mendapat perhatian darinya.". Oh wahai sang pendamba, andaikan kau beranikan diri, setidaknya ia dapat mengetahui kehadiranmu bukan?
Memang tak mudah, segala sesuatu yang kau lakukan pasti akan ada akibatnya, mungkin ia takut diacuhkan lalu khayalannya berubah menjadi mimpi buruk. Melihat sesorang yang ia inginkan menjauh. Mungkin ia benar, jika memang belum ada keberanian sebaiknya jangan dipaksakan, jika dengan cara itu ia bisa bahagia mengapa kita harus memaksanya untuk melakukan hal yang ia tidak inginkan?
P.S : It's been 2 week, gue harus bisa benerin pola tidur gue.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar